MAHA 21
MALAIKAT MIMPI
Sebut “AKU” dengan nama “sang pemimpi”….
Dari hangatnya selimut malam “AKU” mulai berdiri….
Menjejali jiwa-jiwa muda yang kosong dan koyak….
Menyuguhkan secangkir harapan pada perangai jiwa yang terlelap….
Dawai dan symponi “AKU” mengumpulkan ragu gelora muda….
Serasa jiwa lelah kehabisan kata....
Sehingga tiap untaian mimpi-“KU” terlintas serasa tak bermakna.....
Karna aku selalu mengendap-endap di balik malam-mu....
Sebut “AKU”sang pemimpi….
Karna saat fajar beranjak, aku tak terhirau oleh semua-Nya….
Namun….
Jika malam tiba jangan pernah jauhi “AKU”….
karna “AKU” selalu memperkosa pikiran manusia yang mulai “LUPA”
MADIUN, 20 April 2013
10:55 AM
MALAIKAT MIMPI
Sebut “AKU” dengan nama “sang pemimpi”….
Dari hangatnya selimut malam “AKU” mulai berdiri….
Menjejali jiwa-jiwa muda yang kosong dan koyak….
Menyuguhkan secangkir harapan pada perangai jiwa yang terlelap….
Dawai dan symponi “AKU” mengumpulkan ragu gelora muda….
Serasa jiwa lelah kehabisan kata....
Sehingga tiap untaian mimpi-“KU” terlintas serasa tak bermakna.....
Karna aku selalu mengendap-endap di balik malam-mu....
Sebut “AKU”sang pemimpi….
Karna saat fajar beranjak, aku tak terhirau oleh semua-Nya….
Namun….
Jika malam tiba jangan pernah jauhi “AKU”….
karna “AKU” selalu memperkosa pikiran manusia yang mulai “LUPA”
MADIUN, 20 April 2013
10:55 AM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar